TIMES BANJAR, JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menekankan diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bukanlah kegiatan formalitas untuk petugas semata melainkan penyatuan niat, penyatuan sikap, dan penyatuan komitmen.
“Tadi saya sempat ke beberapa barak, dan saya lihat beberapa peserta dari berbagai unsur, dari berbagai elemen sudah menyatu dalam meja makan. Itulah salah satu yang kita harapkan,” ucap Menhaj saat memimpin apel pagi peserta diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 1447H/2026M pada Rabu (14/1/2026).
Selain kebersamaan, Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan meminta para petugas haji untuk peduli terhadap situasi lingkungan sekitar selama pelatihan berlangsung dan juga saat bertugas di Arab Saudi nanti.

“Saya minta anda mulai tanggap situasi, ada sampah, siapapun yang membuang, ambil dan ini harus diwujudkan ketika anda di Saudi. Itu kebiasaan-kebiasaan kecil yang akan berujung besar, bermanfaat besar,” sebutnya.
Tak lupa Menhaj kembali mengingatkan para petugas haji yang merupakan ujung tombak layanan haji untuk tetap memprioritaskan melayani jemaah saat berada di Arab Saudi.
“Tugas utama kita adalah pelayanan. Tidak ada yang jalan sendiri, tidak ada yang merasa penting sendiri, tidak ada yang berusaha menghindari tugas. Saling back up, bukan saling menyalahkan,” tandasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Menteri Haji: Diklat PPIH Arab Saudi Bukan Formalitas
| Pewarta | : Ahmad Nuril Fahmi |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |