Ngabumi Pulomajeti ke-8: Dari Ritual Kirab Budaya hingga Larung Ribuan Ikan
Pesona Ngabumi Pulomajeti Ke-8 di Banjar yang Sarat Makna Spiritual. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)

Ngabumi Pulomajeti ke-8: Dari Ritual Kirab Budaya hingga Larung Ribuan Ikan

Ngabumi Pulomajeti ke-8 usung tema “Delapan Pintu Kesadaran”, padukan ritual adat sakral, ngelarung 2.000 benih ikan, dan hiburan rakyat untuk pelestarian budaya dan alam.

TIMES Banjar,Senin 22 Juni 2026, 18:49 WIB
179
S
Sussie

BANJARGelaran budaya Ngabumi Pulomajeti kembali dilaksanakan untuk kedelapan kalinya. Pada tahun ini, perhelatan tahunan tersebut mengusung tema yang sarat akan makna religius dan filosofis, yaitu "Delapan Pintu Kesadaran Penjaga Arah Keabadian".

​Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua RW 18, Rus Ruhuddin, mengungkapkan bahwa tema tersebut terinspirasi dari jumlah pintu surga yang diyakini dalam nilai spiritual.

​"Di Ngabumi yang ke-8 ini temanya 'Delapan Pintu' yang arti filosofinya, mudah-mudahan merujuk pada 8 pintu surga yang semuanya baik. Harapannya, pelaksanaan Ngabumi kali ini bisa terasa lebih khidmat," ujar Rus saat diwawancarai di Situs Keramat Pulo Majeti, Senin (22/6/2026).

Rangkaian Ritual Adat dan Hiburan

​Acara Ngabumi ke-8 ini mengombinasikan ritual adat yang sakral dengan pesta rakyat. Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak sore hari sebelumnya dan berlangsung padat hingga malam puncak.

article
Tradisi Ngalap Berkah, warga berebut hasil bumi yang telah di doakan dalam Ngabumi Pulo Majeti. (Foto: Susi/TIMES  Indonesia)

​Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah prosesi ngelarung (melepas) benih ikan ke area Rawa Pulomajeti. Sebanyak kurang lebih 2.000 ekor benih ikan yang merupakan bantuan dari dinas pertanian setempat dilarungkan sebagai simbol pelestarian alam dan rasa syukur.

Penyesuaian Agenda Puncak Acara

​Terkait dengan puncak acara, Rus menjelaskan adanya sedikit perubahan dari rencana awal. Sedianya, prosesi puncak yang biasanya diisi dengan tradisi SEBA akan dihadiri langsung oleh Wali Kota. Namun, karena adanya kendala agenda kedinasan Wali Kota yang harus ke luar daerah, prosesi tersebut terpaksa ditiadakan dan diganti dengan seremoni simbolis yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

​"Rencana awal puncak acara itu besok dengan agenda SEBA. Namun karena Pak Wali ada acara di luar, maka SEBA ditiadakan dan tadi hanya dilakukan secara simbolis saja. Jadi, perayaan praktis dimaksimalkan dan selesai sampai nanti malam untuk hiburan rakyatnya," jelas Rus.

​Melalui momentum Hajat Bumi yang ke-8 ini, Rus Ruhuddin berharap agar esensi dari kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam melestarikan kebudayaan lokal.

​"Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi, dan masyarakat bisa semakin aktif," pungkasnya di tengah terik matahari, sembari tetap menjaga semangat mengawal jalannya acara dengan pakaian adat lengkapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Sussie
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banjar, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.