Wujudkan Inklusi, Dapur SPPG Banjar Rangkul Penyandang Disabilitas Jadi Relawan
Ade Julian, warga Sinar Tanjung Banjar, saat bekerja di bagian pemorsian. (Foto: Susi/Times Indonesia)

Wujudkan Inklusi, Dapur SPPG Banjar Rangkul Penyandang Disabilitas Jadi Relawan

SPPG Jaya Raya 3 Banjar libatkan penyandang disabilitas di dapur gizi. Ade Julian mendapat kesempatan kerja pertama pasca kecelakaan, bukti inklusivitas dan kerja sama tim.

TIMES Banjar,Senin 20 April 2026, 11:03 WIB
1.8K
S
Sussie

BANJARSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jaya Raya 3 di Desa Sinartanjung, Kota Banjar, menunjukkan komitmennya terhadap inklusivitas dengan merangkul kelompok disabilitas dalam operasional dapur gizi.

Salah satunya adalah Ade Julian (28), warga Sinar Tanjung, yang kini aktif berkontribusi sebagai relawan di bagian persiapan.
Ade, yang harus kehilangan salah satu kakinya akibat kecelakaan kerja di proyek konstruksi beberapa tahun silam, mengaku sangat bersyukur atas kesempatan ini.

Bagi Ade, bergabung dengan dapur SPPG bukan sekadar mencari kesibukan, melainkan pengalaman kerja pertama pasca musibah yang dialaminya.

"Alhamdulillah, sangat senang sekali bisa diterima di sini. Ini pertama kalinya saya bekerja (kembali). Saya merasa senang karena ada teman-teman di sini yang menyambut baik," ujar Ade saat ditemui di sela aktivitasnya, Senin (20/4/2026).

Meski memiliki keterbatasan fisik, Ade yang bertugas di bagian pemorsian mengaku tidak menemukan kendala berarti. Semangatnya untuk mandiri dan memiliki penghasilan sendiri menjadi motivasi kuat dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.

"Harapan saya bisa saling membantu saja sesama rekan kerja, dan tetap semangat bekerja meskipun ada keterbatasan," tambahnya.

SOP Inklusif dan Kerja Sama Tim

Menanggapi keterlibatan relawan disabilitas, pengelola SPPI Kota Banjar, Blasius Pendamai Nehe, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem kerja berbasis divisi sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

"Untuk SOP sendiri, kita mengikuti arahan pusat. Di sini kita bekerja per divisi, sehingga kuncinya adalah kerja sama antar rekan kerja," jelas Blasius.

Ia menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada hambatan teknis dalam melibatkan penyandang disabilitas di dapur produksi.

Pihak manajemen terus melakukan pendampingan untuk memastikan seluruh relawan dapat bekerja dengan nyaman dan efektif.

"Jika ada kendala di lapangan, kita arahkan agar di-back up oleh rekan kerja yang lain. Sejauh ini semuanya berjalan lancar dan solid," pungkasnya.

Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi instansi lain di Kota Banjar dalam memberikan ruang bagi kelompok disabilitas untuk berdaya dan berkontribusi langsung dalam program strategis nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Sussie
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banjar, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.