Tarawih Malam ke-13 Ramadan, Dijanjikan Aman dari Keburukan di Hari Kiamat
Tarawih malam ke-13 Ramadan diyakini menjanjikan keamanan dari segala keburukan di hari kiamat, menjadi motivasi untuk menjaga konsistensi dan keikhlasan ibadah.
PACITAN – Tarawih malam ke-13 Ramadan disebut memiliki keutamaan bahwa orang yang mengerjakannya dijanjikan aman dari berbagai keburukan saat hari kiamat. Keterangan ini tercantum dalam Durrat al-Nasihin fi al-Wa’zhi wa al-Irsyad, karya Syekh Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari.
Dalam kitab tersebut dijelaskan keutamaan setiap malam tarawih selama Ramadan. Untuk malam ke-13, disebutkan secara khusus tentang keselamatan di hari akhir. Berikut kutipan teksnya:
Malam ketiga belas,
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمْنًا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ
Artinya, “Pada malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.”
Penjelasan ini sering menjadi penyemangat bagi umat Islam untuk menjaga konsistensi salat tarawih hingga pertengahan Ramadan. Setelah melewati sepuluh malam pertama dan memasuki fase pertengahan bulan suci, semangat ibadah kadang mulai mengendur. Padahal, setiap malam menyimpan keutamaan yang berbeda.
Meski demikian, para ulama juga mengingatkan agar keutamaan-keutamaan ini dipahami sebagai motivasi spiritual. Intinya tetap pada kesungguhan dalam beribadah, menjaga keikhlasan, serta memperbanyak amal saleh selama Ramadan.
Malam ke-13 menjadi pengingat bahwa setiap langkah menuju masjid, setiap rakaat yang ditunaikan, tidak pernah sia-sia. Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum memperkuat harapan akan keselamatan di dunia dan akhirat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

