https://banjar.times.co.id/
Berita

Perjuangan SPPG Keningar Magelang: Menembus Jalur Ekstrem Merapi Demi Gizi Anak Sekolah

Senin, 12 Januari 2026 - 14:23
Perjuangan SPPG Keningar Magelang: Menembus Jalur Ekstrem Merapi Demi Gizi Anak Sekolah Anak-anak terlihat senang mendapat MBG dan sangat antusias saat mengambil makanan yang akan mereka santap bersama (FOTO: Hermanto/TIMES Indonesia)

TIMES BANJAR, MAGELANG – Di balik dinginnya lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Keningar, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, sebuah aktivitas padat telah dimulai sejak dini hari.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Arkadewi Candra Maya menjadi jantung bagi pemenuhan nutrisi ribuan siswa di wilayah tersebut yang disalurkan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dapur SPPG Arkadewi Candra Maya, Azizun Khalim, mengungkapkan bahwa menjaga kualitas makanan adalah prioritas utama. Proses dimulai sejak sore hari, dengan bahan baku segar untuk menjaga mutu.

"Kami mulai mengolah bahan makanan jam 1 dini hari. Untuk pengemasan, kami bagi waktunya, jam 6 pagi untuk anak PAUD dan TK, sedangkan maksimal jam 9 pagi untuk tingkat SD agar makanan tetap fresh saat sampai di tangan anak-anak," jelas Azizun, Senin (12/1/2026).

Anak-anak-terlihat-senang-mendapat-MBG-dan-sangat-antusias-a.jpgGuru yang bertugas membagikan MBG ke murid -murid, melayani dengan sabar dan sepenuh hati. (FOTO: Hermanto/ TIMES Indonesia)

Saat ini, SPPG Keningar melayani sedikitnya 2.570 penerima manfaat yang tersebar di 46 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.

Ia menekankan bahwa dapur mereka telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), memastikan setiap suapan yang dikonsumsi siswa aman dan sehat.

Lawan Kantuk di Ruang Kelas

Dampak positif program ini dirasakan langsung di lapangan. Ardi Firmanto, Kepala Sekolah SDN Keningar 1, bercerita bagaimana kehadiran program ini mengubah atmosfer belajar di sekolahnya.

Sebelum adanya program ini, ia sering menemui siswa yang tampak lesu dan mengantuk saat pelajaran berlangsung.

"Dulu kalau ditanya kenapa mengantuk, jawabannya karena lapar belum sarapan. Sekarang, sejak ada kiriman menu variatif dari SPPG, siswa jadi jauh lebih semangat. Menunya yang enak, bersih menjadikan anak-anak sangat antusias menyambut mobil pengantar makanan," ungkap Ardi penuh syukur.

Senada dengan sang guru, Marchel Ardika P, salah satu siswa SDN Keningar 1, mengaku sangat terbantu. "Makanannya enak sekali. Saya jadi lebih semangat belajar karena tidak lapar lagi," ucapnya polos.

Menantang Jalur Tambang Merapi

Perjuangan mengantarkan menu bergizi ini tidaklah mudah. Berada hanya 7 kilometer dari puncak Merapi, tim distribusi harus bertarung dengan medan yang ekstrim.

Setiap hari, armada pengantar harus melewati jalur akses pertambangan yang sempit dan berdebu, serta seringkali berpapasan dengan truk-truk pengangkut pasir.

Meski harus menembus jalur berbahaya, semangat tim SPPG Keningar tidak luntur. Baginya dan tim, memastikan ribuan anak-anak di pelosok Magelang mendapatkan gizi seimbang adalah bentuk pengabdian nyata untuk masa depan generasi bangsa. (*)

Pewarta : Hermanto
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banjar just now

Welcome to TIMES Banjar

TIMES Banjar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.