Polres Banjar Buru Pelaku Dugaan Pembunuhan di Ciaren
BANJAR – Warga Lingkungan Cikadu, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di sebuah warung pada Jumat (7/8/2026) pagi.
Korban yang diketahui bernama Asep Komara (62), seorang anggota Linmas Kelurahan Karangpanimbal yang juga berprofesi sebagai tukang ojek dan menekuni pekerjaan sebagai pak Ogah di Simpang Tiga Lapang Golf Ciaren, ditemukan tak bernyawa dengan kondisi luka parah di bagian perut.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sendiri sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, sang istri hendak pulang ke warung, tempat korban biasa tinggal dan berjualan untuk mengambil baju sekolah anak mereka.
Kakak ipar korban, Engkos, mengungkapkan bahwa pihak keluarga sempat menerima kabar mengejutkan pada malam hari sebelum jasad ditemukan, tepatnya sekitar pukul 22.30 WIB.
Seorang terduga pelaku yang dicurigai menghabisi nyawa korban sempat mendatangi saksi lain usai melakukan aksi penganiayaan.
"Tahu dari adik, dikira berantem, ternyata suaminya sudah meninggal. Malamnya sekitar jam setengah sebelas, terduga pelaku sempat ditanya dari mana, terus dia bilang 'Habis bunuh orang, siapa lagi yang mau dibunuh sama saya'. Setelah bilang begitu, dia langsung pergi dan hilang sampai sekarang," ujar Engkos saat ditemui di lokasi kejadian.
Engkos menambahkan, korban tinggal seorang diri di warung tersebut selama dua hari terakhir karena sang istri menginap di rumah anaknya.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Amankan Barang Bukti
Satreskrim Polres Banjar langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan warga.
Tim kepolisian menggelar olah TKP awal dan mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit untuk menjalani autopsi.
Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Pramono Adi, membenarkan adanya dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap korban.
"Hasil pengecekan dan olah TKP, kami temukan seorang laki-laki tergeletak dengan kondisi berlumuran darah di bagian perut. Dari pemeriksaan kasat mata, terdapat dua luka berlubang di area perut. Namun, untuk memastikan penyebab pasti kematian, kami menunggu hasil pemeriksaan medis dan autopsi," terang Iptu Pramono Adi.
Di sekitar lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya aksi kekerasan.
"Kami menemukan satu bilah pisau berjarak sekitar 1 meter dari tubuh korban, potongan kayu, serta beberapa barang bukti lain. Semuanya akan kami analisa untuk melihat keterkaitannya dengan kasus ini," tambahnya.
Saat ini, Tim Buser Polres Banjar tengah melakukan penyisiran di sekitar lokasi, termasuk memeriksa kamera CCTV di jalur akses keluar-masuk TKP untuk mengumpulkan petunjuk.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian agar peristiwa penemuan mayat ini dapat segera terungkap. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.