Keributan di Tempat Karaoke Kota Banjar, 6 Orang Terluka Akibat Pengeroyokan Kelompok Pemabuk
Hingga saat ini, 2 orang korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif, sementara 4 korban lainnya telah menjalani proses visum.
BANJAR – Aksi pengeroyokan brutal terjadi di sebuah tempat karaoke di Kota Banjar.
Sebanyak enam orang dilaporkan menjadi korban luka-luka setelah diserang oleh sekelompok pengunjung yang diduga kuat berada di bawah pengaruh alkohol berat (mabuk), Jumat dini hari (17/7/2026).
Munir, petugas pengamanan di lokasi kejadian, membeberkan kronologi mencekam yang berlangsung hingga pukul 03.30 WIB pagi tersebut.
Menurutnya, peristiwa bermula tanpa ada masalah atau cekcok awal yang jelas.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat suasana di tempat karaoke awalnya berlangsung aman dan santai. Namun, situasi mendadak memanas ketika sekelompok orang tiba-tiba mengeroyok salah satu pengunjung di dekat area toilet.
"Awal mulanya kita lagi santai-santai, pergi ke WC, lalu terjadi pengeroyokan ke salah satu pengunjung oleh sekelompok pengunjung lainnya. Mereka mengeroyok seseorang, sekitar 7 sampai 8 orang," ujar Munir saat memberikan keterangan kepada media yang meliput.
Munir yang bertugas sebagai pihak pengamanan segera mengambil tindakan dengan melerai dan membawa korban keluar dari area tersebut. Sayangnya, tindakan melerai ini justru memicu cekcok susulan di luar.
Kelompok pelaku kembali melakukan pemukulan terhadap kerabat Munir. Meski sempat dilerai kembali, aksi pemukulan tetap terjadi secara membabi buta oleh sekitar empat orang pelaku.
Ketegangan terus berlanjut hingga menjelang subuh. Situasi semakin tidak terkendali ketika para pelaku mulai melemparkan benda tajam dan tumpul.
Korban Wanita Terkena Lemparan Kayu Balok
Dalam kekacauan tersebut, seorang pekerja perempuan di tempat karaoke berinisial D menjadi korban luka parah. Pelaku awalnya berniat melemparkan kayu balok ke arah kaca, namun lemparan tersebut meleset dan menghantam wajah D.
"Ada seseorang berinisial D kena sabetan dari kayu balok lemparan. Mencoba dilempar ke kaca, tapi kena ke pelipis mata D. Akibatnya, pelipis matanya robek sepanjang 4 cm dengan kedalaman 2 cm," jelas Munir.
Tidak hanya D, seorang korban laki-laki lainnya (juga berinisial D) dilaporkan mengalami luka memar serius di bagian pinggang akibat hantaman balok kayu yang sama.
Dipicu Pengaruh Alkohol dari Luar
Saat dikonfirmasi mengenai pemicu keributan, Munir menegaskan bahwa pihak korban dan pelaku sama sekali tidak memiliki masalah pribadi sebelumnya.
Ia menduga kuat pengeroyokan terjadi lantaran para pelaku sudah mabuk berat akibat mengonsumsi minuman keras yang mereka bawa dari luar tempat karaoke.
"Terjadinya pengeroyokan mungkin karena pengaruh alkohol, mabuknya sudah parah. Awalnya emang tidak ada permasalahan, kita baik-baik saja. Cuma mereka bawa alkoholnya dari luar," tambahnya.
Total 6 Orang Menjadi Korban
Akibat insiden berdarah ini, total ada 6 orang yang menjadi korban, dengan rincian 5 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.
Hingga saat ini, 2 orang korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif, sementara 4 korban lainnya telah menjalani proses visum untuk keperluan penyelidikan pihak kepolisian.
Kasus ini kini sedang ditangani oleh aparat penegak hukum setempat guna memburu para pelaku pengeroyokan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.