Hilal di Kota Banjar Tidak Terlihat, 1 Syawal Tunggu Sidang Isbat
Faktor ketinggian hilal yang masih rendah di wilayah Jawa Barat menjadi penyebab utama hilal tidak dapat teramati.
BANJAR – Pengamatan hilal untuk penentuan awal Syawal 1447 Hijriah di Pusat Observasi Bulan (POB) Kota Banjar yakni di Gunung Putri Lapas Kelas IIB yang berlangsung sore tadi, Kamis (19/03/2026), belum membuahkan hasil.
Faktor ketinggian hilal yang masih rendah di wilayah Jawa Barat menjadi penyebab utama hilal tidak dapat teramati.
Pemantauan dilakukan mulai pukul 17.57 WIB hingga pukul 18.08 WIB. Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi, Ketua Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kota Banjar, H Badar Ismail menyatakan bahwa hilal tidak terlihat di langit Kota Banjar.
Potensi Istikmal (Genap 30 Hari)
H Badar menyampaikan bahwa jika hilal tidak terlihat, maka ada kemungkinan besar bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
"Untuk pengamatan hilal awal Syawal 1447 Hijriah tadi, hilal tidak bisa dilihat. Karena tidak terlihat, maka kemungkinan besar bulan Ramadan itu istikmal 30 hari," ujarnya kepada awak media.
Meskipun demikian, ia menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah melalui Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI.
Perbedaan Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia
Ia menjelaskan bahwa posisi hilal di Kota Banjar saat ini hanya berada di ketinggian sekitar 1 derajat. Namun, situasi berbeda diprediksi terjadi di wilayah ujung barat Indonesia.
• Jawa Barat: Hilal berada di posisi rendah (1 derajat), sehingga sulit terlihat.
• Aceh: Posisi hilal diprediksi sudah lebih tinggi. Jika di wilayah Aceh hilal berhasil terlihat, maka ada kemungkinan 1 Syawal jatuh pada esok hari.
Potensi Persamaan dan Perbedaan dengan Muhammadiyah
Terkait potensi perbedaan hari raya Idulfitri dengan jamaah Muhammadiyah, ia memberikan gambaran skenario yang mungkin terjadi.
"Jika Hilal Terlihat di Wilayah Barat (Aceh) maka pemerintah bisa menetapkan 1 Syawal esok hari, yang berarti Idulfitri akan dilaksanakan serentak tapi jika hilal tidak terlihat di seluruh Indonesia maka pemerintah akan melakukan istikmal (30 hari puasa)," terangnya.
Sementara Muhammadiyah yang memulai puasa lebih awal juga kemungkinan akan menggenapkan 30 hari. Hal ini berpotensi memunculkan perbedaan tanggal pelaksanaan Idulfitri.
"Kita tinggal menunggu hasil sidang isbat pusat. Apakah besok atau hari Sabtu. Kalau di Aceh terlihat, berarti besok kita melaksanakan 1 Syawal 1447 Hijriah," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.