Banjar Car Free Night: Bukti Nyata UMKM Menggerakkan Ekonomi Kota
Banjar Car Free Night berhasil buktikan UMKM mampu dorong ekonomi lokal tanpa APBD. Simak kisah sukses event yang jadi puncak Hari Jadi ke-23 Kota Banjar.
BANJAR – Rintik hujan yang membasahi Jalan Letjen Suwarto pada Sabtu (14/2/2026) malam tidak mampu meredam antusiasme warga dalam gelaran Banjar Car Free Night (CFN). Di tengah gerimis, pusat keramaian Kota Banjar, Jawa Barat, ini tetap dipadati pengunjung yang ingin menikmati kuliner dan suasana malam yang khas.
Gelaran rutin bulanan ini terasa istimewa karena bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi ke-23 Kota Banjar, sekaligus menjadi ajang penyambutan bulan suci Ramadan.
Ekonomi Kreatif Mandiri Tanpa APBD
Dalam pembukaannya, Wali Kota Banjar, Sudarsono, memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha. Ia menekankan bahwa keberhasilan CFN kali ini membuktikan kreativitas tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Saya mewakili Pemerintah Kota Banjar berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah terlibat. Acara ini berhasil menciptakan ruang publik yang nyaman dan menyenangkan kendati tanpa menggunakan anggaran APBD," ujar Sudarsono.
Pendekatan mandiri ini menunjukkan model tata kelola event yang inovatif, di mana kolaborasi antarpemangku kepentingan mampu menghasilkan dampak signifikan bagi ruang publik kota.
Dongkrak Perputaran Uang UMKM
Lebih dari sekadar hiburan, Banjar Car Free Night menjadi tulang punggung penggerak ekonomi lokal dengan melibatkan sekitar 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Data menunjukkan dampak ekonomi yang masif dari gelaran ini.
"Tujuan utama CFN adalah membantu ekonomi UMKM. Saya bangga melihat banyak pedagang laris manis dan kebanjiran order," tutur Sudarsono.
Angka yang tercatat pun impresif. Pada gelaran perdana, perputaran uang di ajang ini mencapai Rp300 juta hanya dalam satu malam. Angka ini diproyeksikan meningkat seiring dengan tingginya minat pengunjung dan bertambahnya partisipan usaha.
Dampak ini dirasakan langsung oleh Lina, salah satu pelaku UMKM yang menjual kuliner tradisional. "Omset saya bisa tiga kali lipat dari hari biasa. Acara seperti ini tentunya sangat mendongkrak omset jualan para pelaku UMKM," ungkapnya.
Peluang Investasi dan Sinergi Keamanan
Konsistensi gelaran Banjar Car Free Night kini mulai menarik perhatian pihak ketiga. Sudarsono optimistis event ini dapat menjadi pintu masuk bagi investor untuk melirik potensi Kota Banjar.
"Semoga dengan kegiatan-kegiatan seperti ini nantinya dapat menjadi pintu masuk bagi para investor untuk berinvestasi di Kota Banjar dan kota ini menjadi tujuan investasi," harapnya.
Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan, Polres Banjar turut serta memberikan dukungan penuh. Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah daerah.
"Peran serta kami di sini sebagai wujud komitmen Polri untuk mendukung program dari pusat maupun daerah, di samping menciptakan kondusifitas selama acara berlangsung," tegas Didi. Kehadiran stand pelayanan Polres Banjar di lokasi CFN juga mempermudah masyarakat mengakses pelayanan publik secara langsung. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


