Langkah Berani Wali Kota Banjar: Tarik Investasi PLTS Rp 4,2 T dan Potong Harga Tanah Drastis
Wali Kota Banjar Ir H Sudarsono ungkap rencana untuk mendatangkan investor. (Foto:Sussie/TIMES Indonesia)

Langkah Berani Wali Kota Banjar: Tarik Investasi PLTS Rp 4,2 T dan Potong Harga Tanah Drastis

Kota Banjar gaet investasi PLTS 100 MW senilai Rp4,2 triliun dari Indonesia Power, kembangkan kawasan ekonomi baru, dan turunkan NJOP demi menarik lebih banyak investor.

TIMES Banjar,Rabu 11 Februari 2026, 18:33 WIB
3.7K
S
Sussie

BANJARPemerintah Kota Banjar berhasil menarik investasi besar untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Mega Watt.

Proyek energi bersih senilai Rp 4,2 triliun ini datang dari PT Indonesia Power. Rencananya, pembangunan PLTS akan dimulai pada tahun 2027 di lahan seluas 130 hektare.

Wali Kota Banjar Sudarsono, menjelaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari upayanya untuk mengubah pandangan bahwa Kota Banjar sulit untuk dijadikan tempat berinvestasi.

Sejak menjabat, ia fokus membangun kepercayaan investor. Ia ingin menghapus anggapan negatif yang ada selama ini dan sungguh-sungguh menarik investor masuk ke Banjar.

"PLTS 100 MW ini sangat penting. Selain menjadi salah satu dari tujuh titik pengembangan serupa di Jawa Barat, PLTS ini diharapkan dapat memperkuat pasokan energi lokal dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Banjar di masa depan," jelasnya di sela kegiatannya memperingati Hari Pers Nasional bersama sejumlah awak media, Rabu (11/2/2026).

Insentif dan Pengembangan Ekonomi Baru

Selain proyek PLTS, Pemerintah Kota Banjar juga mengembangkan dua area ekonomi baru untuk menarik lebih banyak investor seperti di Kawasan Ekonomi Kota dan area komersial di sekitar Terminal.

"Untuk kawasan terminal, Pemkot sedang menjajaki kerja sama dengan merek makanan cepat saji ternama, seperti KFC dan McDonald’s," katanya.

Untuk mempercepat realisasi investasi ini, Pemkot Banjar mengambil langkah drastis dengan menurunkan harga tanah di lokasi strategis. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di area terminal telah dipotong tiga kali secara agresif.

"Harga awal tanah adalah Rp 1,8 juta per meter persegi, kemudian diturunkan menjadi Rp 1,4 juta, dan terakhir dipangkas lagi hingga hanya Rp 1.035.000 per meter persegi. Penurunan harga ini dilakukan untuk merespons minimnya minat investor pada harga sebelumnya," rinci Sudarsono.

Wali Kota menyadari bahwa transformasi ekonomi ini dilakukan di tengah tantangan krisis keuangan global. Ia pun meminta dukungan dan peran aktif dari media serta masyarakat.

"Saya tidak anti kritik dan mengajak semua pihak untuk mencari solusi agar pembangunan Kota Banjar bisa berjalan lebih baik," tutupnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Sussie
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banjar, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.