Sinergi Disnaker Kota Banjar dan BKK, Fasilitasi AK1 Massal hingga Sistem 'Ijon' Rekrutmen
Langkah strategis ini mencakup jemput bola pembuatan kartu pencari kerja (AK1) secara massal hingga pendampingan rekrutmen perusahaan berskala nasional.
BANJAR – Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Kota Banjar terus memperkuat sinergi dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di berbagai SMK untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lulusan baru.
Langkah strategis ini mencakup jemput bola pembuatan kartu pencari kerja (AK1) secara massal hingga pendampingan rekrutmen perusahaan berskala nasional.
Jemput Bola AK1 di SMKN 1 Banjar
Kabid Penempatan, Perluasan, dan Produktivitas Tenaga Kerja, Moh. Rizal NS Mokodompit, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memfasilitasi pembuatan AK1 secara kolektif bagi siswa kelas 12.
Meski terkendala belum terbitnya Surat Keterangan Lulus (SKL), Disnaker tetap bergerak maju dengan melakukan pendataan daftar hadir terlebih dahulu.
"Kami memfasilitasi pembuatan AK1 secara berkelompok. Nantinya, dokumen yang sudah jadi akan diserahkan melalui Ketua BKK untuk didistribusikan ke siswa. Ini adalah bentuk dukungan penuh kami bagi calon tenaga kerja muda di Banjar," ujar Rizal.
Ketua BKK SMKN 1 Banjar, Deti Haryati, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, layanan ini sangat krusial mengingat adanya sistem "Ijon" dari perusahaan.
"Sekarang ada sistem ijon, di mana anak-anak bahkan sebelum lulus sudah diberi kesempatan interview oleh perusahaan. Karena itu, ketersediaan AK1 sebagai syarat administrasi utama sangat mendesak," jelas Deti.
Berdasarkan asesmen sekolah, sekitar 60% siswa SMKN 1 Banjar menyatakan siap bekerja, sementara 20% melanjutkan ke perguruan tinggi, dan sisanya memilih berwirausaha, termasuk di bidang digital marketing.
Rekrutmen Solaria di SMKN 2 Banjar
Di tempat terpisah, kolaborasi erat juga terlihat di SMKN 2 Banjar yang menggelar seleksi kerja bersama PT Sinar Solaria (Solaria).
Perusahaan kuliner skala nasional ini tercatat telah menjalin kerja sama dengan SMKN 2 sejak tahun 2014.
HRD PT. SOLARIA, Surya Adi Lesmana, menjelaskan bahwa kriteria utama yang dicari adalah kesiapan mental dan kondisi fisik yang sehat.
Menariknya, Solaria menawarkan standar upah yang kompetitif bagi para lulusan SMK di daerah. "Di mana pun penempatannya, gajinya mengikuti kantor pusat yang ada di Jakarta," ungkap Surya.
Penempatan kerja mencakup seluruh wilayah Pulau Jawa hingga luar pulau bagi karyawan yang masih lajang, dengan masa kontrak penempatan luar pulau selama satu tahun.
Komitmen BKK dan Disnaker
Uu Indra Gunawan dari BKK SMKN 2 Banjar menyatakan bahwa antusiasme siswa dan alumni sangat tinggi, terutama melalui sistem pendaftaran digital menggunakan barcode.
"Kerja sama ini sudah lama dan mereka (alumni) sangat terbantu, terutama yang menyukai pengalaman bekerja sambil merantau ke luar daerah," tuturnya.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Moh Rizal menegaskan bahwa sesuai arahan Kepala Dinas Tenaga Kerja, pihaknya akan terus memberikan keleluasaan koordinasi dengan seluruh SMK di Kota Banjar.
Hal ini dilakukan guna memastikan proses ketenagakerjaan, mulai dari administrasi AK1 hingga proses seleksi, berjalan transparan dan efektif. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.