Omzet Sepi Jelang Lebaran, Pedagang Pasar Banjar Terancam Gulung Tikar
Pedagang Pasar Banjar keluhkan sepinya pembeli di awal Ramadan. Omzet turun drastis sejak pascapandemi, program jualan online seret, berharap perhatian serius pemerintah.
BANJAR – Pedagang di Pasar Banjar mengeluhkan kondisi pasar yang sepi, bahkan setelah satu minggu Ramadan berjalan.
Hal ini disampaikan Edi, pedagang pakaian yang mengungkap bahwa saat ini belum ada perubahan signifikan dalam jumlah pembeli. Ia melihat pasar masih sangat sepi, padahal biasanya pada awal Ramadan sudah mulai ramai.
"Jika kami bandingkan kondisi tahun ini dengan Ramadan sebelumnya sangat jauh berbeda. Tahun lalu penjualan masih lebih baik, agak mendingan, tahun kemarin ya nggak terlalu kayak gini. Kalau sekarang mah aduh. Parah nih," keluhnya yang mengungkap penurunan ini terasa drastis baginya, Rabu (25/2/2026).
Saat ditanya mengenai omzet penghasilan harian di Ramadan sebelumnya, Edi menyebut cukup lumayan. Namun, untuk kondisi saat ini, ia enggan merinci karena omzetnya sangat minim.
"Kami masih berharap ada perubahan positif dalam tiga minggu menjelang Lebaran. Semoga Pasar Banjar bisa kembali ramai seperti dulu," harapnya.
Mengenai penjualan online atau live streaming, Edi mengaku belum bisa melakukannya karena terkendala modal. Ia memilih untuk tetap berjualan secara konvensional di pasar.
"Kami juga tidak berani untuk stok barang, Kami hanya menjual persediaan yang ada saat ini," imbuhnya.
Sementara untuk model fashion yang dijualnya, Edi mengaku sudah menyesuaikan dengan selera dan kebutuhan pembeli saat ini.
"Ada beberapa yang datang untuk menanyakan jenis gamis binor yang saat ini tengah menjadi fashion trending dan kami sudah menyediakan sesuai minat pembeli saat ini. Tapi sejauh ini baru bertanya-tanya saja," katanya.
Pedagang Ungkap Tantangan Ekonomi dan Peran Pemerintah
Pasar Banjar, yang dulunya menjadi kebanggaan Kota Banjar, kini menghadapi masa sulit. Menjelang Lebaran yang tinggal tiga minggu lagi, pasar justru sangat sepi. Padahal, ini adalah waktu di mana pedagang biasanya meraup banyak keuntungan dan bisa dibilang masa panennya pedagang jenis fashion khususnya.
Menurut Ketua Paguyuban Pasar Banjar, Aa Sukmana, banyak kios di pasar sudah tutup sejak siang hari. Situasi ini sangat berbeda dari biasanya, di mana pedagang masih ramai mencari rezeki hingga sore.
"Kondisi sepi yang luar biasa ini sudah berlangsung cukup lama," ujarnya.
Kondisi sepi ini sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2023, setelah pandemi Covid-19 berakhir. Sejak saat itu, jumlah pembeli terus menurun drastis.
"Bahkan, banyak pedagang yang akhirnya memilih untuk tidak lagi berjualan karena sepinya pembeli," jabarnya.
Upaya Jualan Online yang Gagal
Pemerintah Kota Banjar sempat melaunching program bagi pedagang pasar Banjar agar pedagang bisa berjualan secara online.
"Namun, inisiatif ini tidak berjalan lancar. Awalnya, memang ada beberapa pembelian, tetapi hanya dari lingkungan dinas KUKMP saja. Setelah itu, tidak ada lagi pembelian melalui online," keluh Aa Sukmana.
"Kami merasa saran ini kurang didukung secara menyeluruh oleh semua pihak terkait, jadi programnya seperti setengah-setengah," imbuhnya.
Penyebab Utama Pasar Sepi
Aa Sukmana menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebab sepinya pasar adalah persaingan dari toko online. Namun, masalah terbesar yang paling terasa adalah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang sulit.
Masyarakat kini lebih memprioritaskan kebutuhan dasar seperti makanan. Mereka cenderung menunda pembelian barang lain seperti pakaian. Tapi di Pasar Banjar, penjualan sayuran pun ikut melambat, padahal biasanya sektor ini selalu ramai di pagi hari.
Para pedagang merasa bahwa pemerintah daerah belum memberikan bantuan nyata untuk mengatasi kondisi ini. Mereka juga merasa klaim pemerintah tentang perbaikan ekonomi tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
"Pedagang berharap pemerintah Kota Banjar memberikan perhatian khusus dan serius. Mereka sangat ingin Pasar Banjar dapat kembali ramai dan menjadi ikon belanja kota Banjar seperti dulu, apalagi menjelang momen penting seperti Lebaran ini," harapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

