Setahun Memimpin, Aliansi Pemuda Tuntut Wali Kota Banjar Datangkan Investor dan Perbaiki Ekonomi
Kelompok pemuda Kota Banjar memberikan kritik tajam karena menilai belum ada kemajuan signifikan dalam pembangunan daerah.
BANJAR – Kelompok Aliansi Pemuda Kota Banjar melakukan evaluasi terhadap satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Banjar Sudarsono dan Wakil Wali Kota Sudarsono-Supriana pada Rabu (11/2/2026).
Hasilnya, kelompok pemuda ini memberikan kritik tajam karena menilai belum ada kemajuan signifikan dalam pembangunan daerah.
Sorotan Utama: Lapangan Kerja dan Investor
Kritik paling utama dari pemuda adalah masalah lapangan kerja. Menurut mereka, janji pemerintah untuk menyediakan pekerjaan belum terbukti karena tidak ada investor industri baru yang masuk ke Kota Banjar.
Koordinator Aliansi Pemuda, Irwan Herwanto, menyebut bahwa pada usia Kota Banjar yang sudah 23 tahun, seharusnya kota ini menjadi pusat investasi di Jawa Barat.
"Namun, yang terjadi adalah kemandekan (stagnasi) ekonomi," cetusnya.
Irwan menilai minimnya industri baru membuktikan kegagalan visi ekonomi pemerintah.
"Program unggulan Banjar Masagi (Maju, Adil, Sejahtera, Agamis, dan Inovatif) baru sebatas slogan. Cita-cita ini belum berhasil mengatasi masalah kemiskinan dan tingginya angka pengangguran, terutama di kalangan pemuda usia produktif," tuturnya.
Program Unggulan Belum Terasa
Selain masalah lapangan kerja, perwakilan Aliansi Pemuda, Agus Harianto, menyoroti Program Unggulan Pemerintah Kota yang disebut "Berdaya."
Menurutnya, setelah satu tahun berjalan, Program Berdaya belum menunjukkan hasil yang terukur. Sejauh ini, program tersebut baru terlihat berhasil dalam menghabiskan anggaran saja.
"Masyarakat belum sepenuhnya merasakan manfaat dari program tersebut. Buktinya, kebutuhan pokok masyarakat masih sulit dan harganya tetap tinggi," kecamnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah perlu melakukan terobosan nyata dan menggandeng semua pihak agar Program Berdaya benar-benar berguna bagi warga.
APBD Kecil, Tuntutan Revolusi Fiskal
Kritik lain yang disorot aliansi pemuda ini adalah masalah keuangan daerah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjar dinilai terlalu kecil, dan pemerintah daerah masih sangat bergantung pada dana dari pemerintah pusat (ketergantungan fiskal).
Atas kondisi ini, Aliansi Pemuda secara tegas menuntut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar untuk segera mendatangkan investor besar untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran.
"Kami meminta wali kota dan wakilnya bisa menciptakan terobosan baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat keuangan daerah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi UMKM lokal," katanya.
Menanggapi ini, Wali Kota Banjar Sudarsono mengapresiasi masukan maupun kritik yang dilayangkan pada audensi yang digelar di teras Pendopo Wali Kota ini.
"Tentu saja, dalam membangun Kota Banjar, kita tidak bisa sendirian, mari bersama-sama membangun kota kita tercinta ini walau ditengah situasi anggaran yang serba terbatas ini," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.
