Primakara University Gandeng TikTok Shop, Terjunkan 300 Mahasiswa Digitalisasi UMKM Bali
Primakara University melalui Tim S.M.A.R.T UMKM dampingi 90 UMKM Sarbagita dengan 300 mahasiswa, berkolaborasi dengan TikTok Shop by Tokopedia untuk percepat go digital.
BALI – Primakara University kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir digitalisasi di Bali. Melalui Tim S.M.A.R.T UMKM (Strategic, Modern, Adaptive, Reliable, Technological), universitas ini berhasil meraih kembali Hibah Pertamina Foundation Lanjutan untuk mengakselerasi "Program Go Digitalisasi UMKM Wilayah Sarbagita".
Sebagai langkah nyata, sebanyak 300 mahasiswa resmi diterjunkan untuk mendampingi 90 UMKM di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) selama satu semester penuh.
Kolaborasi Strategis dengan Raksasa Digital
Yang menarik dari program tahun ini adalah keterlibatan TikTok Shop by Tokopedia. Kehadiran platform global ini bertujuan memberikan wawasan pemasaran digital mutakhir kepada para pelaku usaha dan mahasiswa.
I Made Dwi Hita Darmawan, Kepala Kemitraan, Humas dan Internasional (KHI) Primakara University, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini adalah kunci pertumbuhan ekonomi digital.
"Kehadiran TikTok Shop by Tokopedia memberi nilai tambah yang sangat relevan. Mahasiswa dan UMKM tidak hanya belajar teori, tetapi juga berpeluang meraih sertifikasi seperti Certified Content Operation hingga Digital Entrepreneur," ujar Dwi Hita, Senin (16/3/2026).
Fokus pada Skala Bisnis (Scale-Up)
Ketua Tim S.M.A.R.T UMKM, Desak Putu Nitya Dewi, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa tahun 2026 menjadi fase krusial bagi UMKM binaan untuk naik kelas.
"Target kami 90 UMKM di wilayah Sarbagita dan fokus pada peralihan dari pengenalan teknologi menuju pengelolaan kanal digital yang mandiri dan konsisten dengan metode pendampingan intensif oleh mahasiswa yang dipantau ketat dengan Key Performance Indicators (KPI)," jelasnya.
Dampak Nyata bagi Ekonomi Bali
Program ini bukan sekadar pengabdian masyarakat biasa. Berdasarkan pengukuran performa, proyek ini mencatatkan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,57.
Artinya, manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan jauh lebih besar dibandingkan biaya implementasinya.
Acara pelepasan mahasiswa turut dihadiri dan didukung penuh oleh tokoh penting Bali, di antaranya Tri Arya Dhyana Kubontubuh, S.E., M.Si, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Dr. Ketut Wica, S.Sos., M.H, Kepala BRIDA Provinsi Bali, dan Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum, Ketua APTISI Provinsi Bali .
Keberhasilan ini diinisiasi oleh para akademisi kompeten Primakara University, yaitu Desak Putu Nitya Dewi, I Gusti Agung Prabandari Tri Putri, Ni Putu Noviyanti Kusuma, Ni Wayan Nanik Suaryani Taro Putri, dan Dr. Ir. Eddy Muntina Dharma.
Dengan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan platform digital, program ini diharapkan menjadi model sociopreneur berkelanjutan yang menjadikan UMKM Bali lebih tangguh dan berdaya saing global. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.