SMAN 1 Banjar Ditunjuk Jadi 'Sekolah Maung' Manusia Unggul di Kota Banjar, Ini Skema PPDB Terbarunya
SMAN 1 Banjar ditetapkan sebagai Sekolah Maung Jawa Barat, tanpa jalur zonasi. PPDB selektif berbasis prestasi akademik, non-akademik, dan IQ minimal 130 untuk melahirkan Manusia Unggul.
BANJAR – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat resmi menunjuk SMA Negeri 1 Kota Banjar (SMAN 1 Banjar) sebagai salah satu pioneer program Sekolah Maung (Manusia Unggul).
Program ini merupakan terobosan baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di mana setiap kabupaten/kota hanya diwakili oleh satu SMA dan satu SMK pilihan.
Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Banjar, Sunarto, membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa terpilihnya SMAN 1 Banjar didasarkan pada hasil penilaian profil sekolah, serta deretan prestasi yang berhasil ditorehkan oleh siswa maupun guru di tingkat regional hingga nasional.
"Untuk Kota Banjar, kebetulan SMAN 1 Banjar yang diajukan dan terpilih. Kami sudah melengkapi seluruh persyaratan, mulai dari profil hingga rekam jejak prestasi, dan kini kami siap berlanjut ke proses penerimaan siswa baru," ujar Sunarto saat memberikan keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
Tanpa Jalur Zonasi Domisili, PPDB Berbasis Prestasi dan IQ
Penerapan program Sekolah Maung ini membawa perubahan signifikan, terutama pada sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mulai diberlakukan pada tahun ajaran ini.
Berbeda dengan sekolah reguler, SMAN 1 Banjar tidak lagi membuka jalur zonasi berdasarkan domisili jarak rumah.
Sebagai gantinya, proses seleksi akan disaring ketat melalui tiga jalur utama:
• Jalur Potensi Akademik (Nilai Rapor): Diperuntukkan bagi siswa berprestasi akademik.
• Jalur Potensi Non-Akademik (Kejuaraan): Diperuntukkan bagi siswa yang memiliki sertifikat juara di berbagai bidang.
• Jalur Khusus IQ: Diperuntukkan bagi calon siswa dengan skor IQ minimal 130.
Syarat Minimal Pendaftaran
Untuk memastikan standar kualitas "Manusia Unggul", pihak sekolah menetapkan batas nilai minimal rapor sebagai syarat pendaftaran awal:
• Jalur Akademik: Rata-rata nilai rapor minimal 85.
• Jalur Non-Akademik: Rata-rata nilai rapor minimal 80.
"Nilai tersebut baru merupakan syarat untuk mendaftar. Setelah berkas terpenuhi, calon siswa baru akan masuk ke tahapan seleksi yang lebih ketat," tambah Sunarto.
Perbedaan Karakteristik Sekolah Maung
Meskipun statusnya berubah menjadi sekolah unggulan, Sunarto menegaskan tidak ada perubahan pada nama kelembagaan. Sekolah ini akan tetap menggunakan nama SMA Negeri 1 Banjar.
Namun, ada beberapa poin mendasar yang membedakan Sekolah Maung dengan sekolah reguler lainnya ke depan:
1. Input Siswa Heterogen Berprestasi: Seluruh siswa yang masuk dipastikan memiliki kompetensi akademik dan non-akademik di atas rata-rata karena tidak menggunakan jalur kedekatan wilayah (zonasi).
2. Asesmen Ketat untuk Tenaga Pendidik: Ke depannya, guru-guru yang mengajar di SMAN 1 Banjar akan melewati proses asesmen (tes) khusus. Begitu pula bagi guru dari luar daerah yang ingin mutasi masuk ke sekolah ini.
3. Kapasitas Kelas Terbatasi: Jumlah siswa akan dibatasi ketat maksimal 32 siswa per rombongan belajar (rombel) sesuai dengan standar data Dapodik untuk menjaga efektivitas belajar-mengajar.
Jadwal Agenda dan Tahapan Pendaftaran
Saat ini, pihak SMAN 1 Banjar masih menunggu hasil finalisasi petunjuk teknis (juknis) mendetail yang sedang dibahas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) di Bandung. Kendati demikian, lini masa pendaftaran sudah dipersiapkan secara matang. Berikut adalah agenda penting PPDB SMAN 1 Banjar dalam waktu dekat:
• Minggu Ini: Pelaksanaan sosialisasi intensif ke SMP-SMP, instansi terkait, hingga melibatkan pihak Kelurahan.
• Senin, 25 Mei – Jumat, 29 Mei: Pembukaan masa pendaftaran resmi.
• Awal Juni: Proses seleksi dan verifikasi data berkas.
• 8 Juni: Pengumuman resmi hasil seleksi siswa baru SMAN 1 Banjar.
Pihak sekolah berharap, dengan sosialisasi yang menyasar hingga tingkat kelurahan, informasi mengenai kesempatan emas bagi putra-putri terbaik Kota Banjar untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Maung ini dapat tersebar secara merata. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.