Pasca Lebaran, Permohonan Kartu Kuning di Disnaker Kota Banjar Melonjak Tajam
Kepala Disnaker Kota Banjar, Sri Hidayati, mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah pemohon sudah mulai terasa sejak awal tahun dan mencapai puncaknya setelah masa libur lebaran.
BANJAR – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar mencatat adanya lonjakan signifikan dalam pengajuan kartu pencari kerja atau AK-1 (Kartu Kuning) pasca Idul Fitri.
Tren peningkatan ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang mulai mengurus dokumen administrasi untuk keperluan melamar kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Kepala Disnaker Kota Banjar, Sri Hidayati, mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah pemohon sudah mulai terasa sejak awal tahun dan mencapai puncaknya setelah masa libur lebaran.
"Terkait dengan surat antar kerja, sejak Januari sampai setelah lebaran ini sangat meningkat sekali," ujarnya melalui melalui Kabid Penempatan, Perluasan, dan Produktivitas Tenaga Kerja, Moh. Rizal NS Mokodompit, Jumat (27/3/2026).
. Angka 94 (pemohon) itu bukan jumlah yang kecil dan ini menjadi target evaluasi kami untuk dilaporkan kepada pimpinan secara berjenjang," imbuhnya.
Strategi Jemput Bola untuk Lulusan SMK
Menanggapi tingginya kebutuhan masyarakat, Rizal menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan cepat tanpa penundaan. Bahkan, Disnaker berencana melakukan aksi proaktif pada bulan April dan Mei mendatang.
"Khusus untuk lulusan SMK pada bulan April dan Mei, kami akan melakukan strategi jemput bola. Kami tidak ingin masyarakat menunggu lama dalam mendapatkan surat antar kerja yang mereka butuhkan," tambahnya.
Saat ini, pelayanan pengajuan kerja dalam negeri difokuskan di kantor Disnaker.
Sementara untuk pekerja luar negeri, masyarakat juga dapat mengakses layanan melalui Badan Satu Atap atau DPMPTSP jika lokasi tersebut lebih terjangkau. Rizal juga memastikan bahwa seluruh proses pembuatan kartu AK-1 ini tidak dipungut biaya alias gratis (Rp0).
Ketentuan Laporan dan Pembekalan
Selain urusan administrasi, Disnaker Kota Banjar juga menekankan pentingnya evaluasi bagi para pencari kerja.
Rizal menjelaskan bahwa pihaknya meminta para tenaga kerja untuk memberikan laporan sebagai bahan evaluasi dan langkah preventif bagi calon pendaftar lainnya.
"Atas arahan Ibu Kepala Dinas, kami ingin mereka buat laporan. Laporan itu akan kami evaluasi sebagai bentuk arahan bagi calon tenaga kerja lainnya, baik yang akan bekerja di dalam maupun luar negeri," jelasnya.
Kisah Pencari Kerja: Kembali Mengadu Nasib ke Taiwan
Salah satu pemohon yang sedang mengurus dokumen adalah Maya, warga asal Langensari, Kota Banjar. Maya merupakan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berencana kembali bekerja ke luar negeri.
"Ini rencana mau ke Taiwan. Kebetulan ini adalah keberangkatan saya yang ketiga kalinya," ungkap Maya.
Ia mengaku telah menjalani berbagai rangkaian persiapan, mulai dari pelatihan kerja hingga penguasaan bahasa di perusahaan penempatan.
"Penempatannya sudah jelas karena kali ini saya menggunakan sistem calling visa. Saya mendapatkan rekomendasi dari rekan di sana untuk masuk melalui agen dan PT yang sudah ditentukan," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.