Hebat! Gotong Royong Warga Banjar Sulap Bantaran Sungai Citanduy Jadi Ekowisata Lingkungan
Kepala Desa Jajawar Syamsudin. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)

Hebat! Gotong Royong Warga Banjar Sulap Bantaran Sungai Citanduy Jadi Ekowisata Lingkungan

Warga Jajawar gotong royong buka akses jalan di tepi Sungai Citanduy, tanpa dana proyek, yang berkembang jadi rencana ekowisata Jojontor Cinta berbasis pelestarian.

TIMES Banjar,Senin 9 Februari 2026, 23:35 WIB
1.7K
S
Sussie

BANJARWarga Dusun Karangpucung Kulon, Desa Jajawar, Kota Banjar, menunjukkan semangat luar biasa. Mereka bergotong royong membersihkan dan menata kawasan di pinggir Sungai Citanduy. Awalnya, kegiatan ini bukan untuk wisata. Tujuannya sangat sederhana yakni membuka akses jalan baru.

Kepala Desa Jajawar Syamsudin, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul karena adanya rencana pembangunan rel kereta api dua jalur.

"Warga di utara rel khawatir akses mereka menuju selatan akan terputus, sehingga memaksa mereka memutar jauh," terang Syamsudin saat dijumpai diruang kerjanya, Senin (9/2/2026).

Kekhawatiran ini diubah menjadi aksi. Setiap hari Sabtu dan Minggu, warga turun tangan. Mereka membawa alat seadanya dan bekerja bersama. Bahkan kelompok ibu-ibu kompak turun ke sungai memunguti batu untuk pekerjaan ini.

"Tidak ada dana proyek besar dari pemerintah. Seluruh biaya, termasuk untuk menyewa alat pemadat jalan, berasal dari iuran dan sumbangan warga. Pemerintah desa hanya mendampingi dan memberi sedikit bantuan matrial karena lahan tersebut milik BUMN," jelas kepala Desa Jajawar.

Seiring waktu berjalan, kawasan pinggir sungai itu mulai berubah menjadi rapi dan bersih. Sampah dihilangkan, sementara pepohonan dibiarkan tetap tumbuh.

Karang Taruna Desa Jajawar kemudian melihat peluang yang lebih besar. Mereka mengusulkan agar kawasan itu dijadikan wisata alternatif. Konsepnya adalah ekowisata atau wisata berbasis lingkungan, bukan wisata komersial.

Menurut Syamsudin, tujuan utama rencana ini adalah perlindungan lingkungan.

"Dengan ditata dan dijaga, sungai tidak lagi dianggap sebagai halaman belakang yang bisa dibuang sampah, tetapi sebagai aset berharga milik bersama," ungkapnya.

Pemerintah desa akan berhati-hati dalam pengembangan ini. Mereka berencana berkonsultasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terlebih dahulu.

"Tujuannya adalah memastikan kawasan wisata tetap aman dan sesuai dengan semua aturan konservasi lingkungan. Lingkungan harus selalu menjadi prioritas utama," tandasnya.

Sebagai identitas, desa mengusulkan nama Jojontor Cinta. Kata Jojontor dalam bahasa Sunda berarti daratan yang menjorok ke sungai, sementara Cinta merujuk pada Sungai Citanduy.

"Nama ini masih usulan dan akan diputuskan melalui musyawarah bersama warga," katanya.

Bagi warga Jajawar, jalan baru di pinggir Citanduy ini adalah simbol kuat. Ini adalah bukti nyata kepedulian warga, semangat gotong royong, dan kesadaran bahwa menjaga alam bisa dilakukan sambil membuka peluang baru untuk kemajuan masa depan desa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Sussie
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banjar, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.